Minggu, 03 Maret 2024

Bukan Salah Dunia

Minggu, Maret 03, 2024 1 Comments

 


Sering kali aku berada pada titik tanya, dunia yang terlalu keras atau aku yang terlalu rapuh? Dunia yang terlalu pahit atau aku yang terlalu mendambakan hal-hal manis duniawi? Dunia yang terlalu jahat atau aku yang terlalu manja? Dunia yang terlalu tak bersahabat atau aku yang terlalu beharap tinggi? Ah. Ada apa dengan duniaku?

Semenjak kepergiannya aku seperti orang yang melangkah sambil meraba jalan. Aku tak tahu harus bagaimana. Langkah berikutnya harus ke arah mana. Setelah ini aku harus berbuat apa? Argh!! Aku yang terbiasa dibimbingnya kini limbung tak memiliki pegangan. 

Sabtu, 02 Maret 2024

10 tahun Pertama

Sabtu, Maret 02, 2024 0 Comments

 

Aku pernah bertanya, akankah kita menginjak angka 10tahun kebersamaan dalam ikatan suci ini? Akankah aku atau kamu bertahan hingga di 10tahun pertama? Mampukah kita menghadapi terpaan badai hingga akhirnya kita sampai pada 10tahun pertama?

Dan di sinilah kita. Di angka 10 tahun pertama. Semua pertanyaan itu terjawab sudah. Kita saling bertahan dan menguatkan. Kita saling bergenggam tangan menghadapi segala badai yang datang. Meskipun pada kenyataannya aku hampir melepaskan genggaman tanganmu, dan nyaris terjatuh pada anak tangga menuju angka 10. Sekuat tenaga kau menahanku, menarikku kembali untuk tetap berada di sisimu. Lalu kita kembali melangkah hingga sampai pada titik angka 10.

Senin, 26 Februari 2024

Hai, Ra

Senin, Februari 26, 2024 0 Comments


Hai, Ra.Hari ini aku datang lagi. Kali ini, aku membawa kabar gembira buat kamu.

Aku berhasil, Ra. Aku berhasil mendapatkan apa yang menjadi impianku selama ini. Aku berhasil meraih posisi yang ku inginkan di perusahaan, hasil dari kerja kerasku. Bukan karena hasil hadiah cuma-cuma dari Papa. Aku memulai semuanya dari tangga paling bawah. Seperti saranmu. Aku bisa membuktikan ke Papa bahwa aku layak berada di anak tangga teratas hasilndari langkah kakiku sendiri. Semua mimpiku satu persatu menjadi nyata, Ra. Seperti janjiku, kamu adalah orang pertama yang akan selalu kuberitahu jika segala pencapaianku berhasil.

Hari ini, aku tepati janji itu ke kamu, Ra.

Ra, hari ini aku bahagia banget!  Tapi aku yakin, bahagiaku akan lebih sempurna jika kamu di sini. Jika kamu ikut menikmati setiap perayaan kecil atas apa yang telah aku raih. Jika kamu, menjadi satu-satunya orang yang menemaniku menyantap makan malam di tengah-tengah restoran mewah nan romantis.
Ra, mungkin kamu bosan mendengar kalimat ini. Tapi aku tidak akan pernah bosan mengatakannya. Aku kangen kamu.  Kangen suara kamu, kangen senyumanmu, kangen melihat wajah cemasmu, kangen segala hal tentang kamu.
Jangan bosan yaa, kalau setiap hari aku datang ke sini dan menyiramimu dengan berbagai ceritaku.
Oh ya, ini aku bawa sebuket mawar putih kesukaan kamu. Gimana? Kamu suka,kan? Pasti kamu bosan melihat kamboja yang itu-itu aja. Mawar putih ini pun membuat rumahmu menjadi terlihat semakin cantik.

Ra, sekarang aku pamit, ya. Besok aku datang lagi, dengan cerita yang baru.

<><><><>
Bs; instrumen bila cinta, piano cover

Sabtu, 24 Februari 2024

Tak Pernah Usai

Sabtu, Februari 24, 2024 0 Comments
Hai, kamu. Kenapa suara di kepalaku keras sekali memanggil namamu berulang kali? Hingga mencipta sesak dan rindu yang menggema dalam dada.
Aku tak pernah sekhawatir ini memikirkanmu. Aku selalu mencoba untuk mendatangkan pikiran positif bahwa kamu akan baik-baik saja, dan tetap bahagia meski aku tidak lagi membersamaimu. Namun kali ini, entah. Rasanya berbeda.
Khawatirku mengundang titik embun di sudut mata. Cemasku mencipta perih dalam dada. Ada apa denganmu di sana?

Minggu, 11 Februari 2024

Selasa, 06 Februari 2024

Merayu Allah

Selasa, Februari 06, 2024 0 Comments

 


Berada dalam kondisi yang sama bertahun lamanya sungguh melelahkan. Perasaan putus asa dan ingin menyerah sering kali menyapa. Tapi aku tau, bahwa tidak akan ada perubahan jika bukan diri ini yang bergerak melakukan sesuatu untuk sebuah perubahan. 

Aku si paling enggan pergi untuk bertemu banyak orang, kini harus mulai mendobrak keberanian untuk bisa tetap tersenyum manis di hadapan banyak orang meski raga begitu lelah, meski energi dalam jiwa seolah ditarik begitu banyak.

Minggu, 04 Februari 2024

Lucunya Hidup Ini

Minggu, Februari 04, 2024 0 Comments

 


Aku sering kali mendengar kalimat bijak mengatakan, jika kamu ingin dihargai orang, maka, hargailah orang lain. Jika kamu tak ingin dikecewakan, maka jangan lah mengecewakan orang lain. Hidup seolah terlihat sesimpel itu. Seolah pengaturannya ada di tangan kita. Berlandaskan hukum sebab akibat. Namun pada nyatanya hidup tak semulus itu. Banyak sekali kelucuan yang terjadi di luar nalar dan logika.

Sabtu, 03 Februari 2024

Manipulasi Topeng

Sabtu, Februari 03, 2024 0 Comments

 

Rembulan dimalam ini lucu

Ada gelak tawa di dinding

Suara Tuan menggema dalam kelakar jenaka

Pandai memoles tembok menjadi halus

Layaknya manusia yang mencoba bergelut dengan pedang


Langkah kaki tuan memecah kesunyian

Meninggalkan jejak kelok dalam lintasan

Menipu puluhan pasang mata

Dan gencar kesana kemari mencari pembenaran

Sabtu, 27 Januari 2024

Berharap Kau Kembali

Sabtu, Januari 27, 2024 0 Comments

 


Aku memang belum melewati banyak waktu bersamamu. Mungkin terdengar berlebihan jika aku katakan bahwa aku merasa telah banyak mengenalmu. Tapi binar mata, irama suara, bahkan helaan sesakmu, aku telah banyak mendengarnya. Akupun telah melewati masa dimana kau pernah memutuskan untuk melangkah pergi dariku, tidak hanya sekali tapi berulangkali.

Selasa, 23 Januari 2024

Aku Ingin Pulang

Selasa, Januari 23, 2024 0 Comments

 


Sudah ribuan kilometer ku melangkah, menjauh dari tanah kelahiran. Meninggalkan dua orang teristimewa nan berharga dalam hidupku. Dengan dalih, aku ingin berjuang menggapai impian demi membuat mereka tersenyum bangga. Serta terangkat martabatnya. Aku tahu pergi menjauh dari rumah yang begitu hangat adalah langkah yang paling berat ku ayunkan. Tapi mereka mendorongku untuk tetap pergi, dengan alasan, agar aku mendapatkan segala hal terbaik di tanah rantau. Demi melihat senyum bangga terukir di wajah mereka, ku sapa tanah rantau dengan suka cita. Ku katakana pada mereka aku telah sampai dengan selamat dan bahagia.