Tak Melupa
Aku tahu, tidak ada perpisahan yang meninggalkan kesan baik-baik saja. Aku sadar, tidak ada seorang pun yang ingin berpisah secara tiba-tiba dengan seseorang yang masih dengan sangat ia cintai. Tapi jika takdir mengharuskan itu terjadi, lantas bisa kita?
Menyalahi takdir tidak akan pernah mengembalikan ia dalam dekapan. Memaki realita, tidak akan mendatangkan ia kembali dalam barisan cerita. Menyedihkan memang. Tapi inilah kehidupan! Terkadang alurnya bisa kau atur, bisa kau duga, bisa kau terima. Namun sering kali, alurnya memberikan banyak kejutan tanpa menunggu kau siap atau tidak.
Perpisahan, tidak akan pernah benar-benar menghilangkan ia dari hidupmu. Ia akan selalu ada. Abadi. dalam memori. Segaris senyumnya. Nada bicaranya. Kalimat-kalimat berharganya. Suara tawanya. Semua tentangnya seolah enggan beranjak sedikitpun dari kotak kenangan di hatimu.
Perpisahan hanya membuatmu berjarak dengannya. Bukan membuatmu melupa apalagi menghapus segala tentangnya. Bahkan, terkadang perpisahan mendekatkanmu dengannya dengan cara yang berbeda- dengan jalur langit yang bekerja. Karena ada pengharapan untuknya yang selalu kau sebut dalam setiap doa yang kau langitkan.
Jika saat ini dadamu terasa sesak karena merindu. Itu adalah wajar. Karena kau dengannya pernah memiliki satu cerita yang sama. Namun, Sadarlah, yang kau rindukan bukan dia, melainkan kenangan yang pernah kau cipta bersamanya. Bisa jadi yang kau rindukan bukan sosoknya, melainkan cara ia memperlakukanmu yang sedang kau rindukan, dan tak lagi kau temukan di siapapun orang yang kamu temui.
Sebab beberapa orang memang tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya berubah bentuk—menjadi kenangan, menjadi rindu, menjadi nama yang tetap hidup dalam doa-doa paling diam. Dan kita, mau tak mau harus belajar menerima bahwa tidak semua yang tinggal di hati, bisa tinggal dalam kehidupan yang nyata.










