Pulang Kepada DIri Sendiri
Dulu aku pikir hidup akan terasa mudah jika semuanya berjalan sesuai harapan.
Tapi semakin dewasa, aku mengerti bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling sedikit lukanya, melainkan siapa yang tetap mencoba pulang kepada dirinya sendiri, meski berkali-kali merasa hancur.
Dan diam-diam, aku marah pada hidupku sendiri.
Aku sedang belajar menerima hidupku perlahan, seperti langit senja yang tetap indah meski tidak selalu cerah.
Dan mungkin, sembuh bukan tentang menjadi manusia baru.
Tapi tentang berhenti membenci diri sendiri, sedikit demi sedikit.
Sebab pada akhirnya, rumah paling sulit untuk diterima adalah diri sendiri.










