Bahagianya Adalah Tenangku
Aku tak pernah memanggil namanya untuk kembali. Tidak untuk mengisi perjalanan hidupku, atau sekadar singgah dalam kenangan.
Aku bukan peramal. Bukan pula seseorang yang mampu membaca masa depan. Tapi aku mengenalnya. Aku membaca karakternya. Aku membaca setiap inginnya. Aku tahu apa yang ia butuhkan. Hingga akhirnya aku melihat… siapa yang ia pilih.
Aku tidak mengatakan bahwa aku adalah yang terbaik. Aku tidak mengatakn bahwa aku sempurna. Namun jika aku selalu dijadikan pembanding, maka mungkin… aku memang tak pernah berada di tempat yang seharusnya.
Dan aku… hanya bisa memahami dari jauh.
Aku tak berharap firasat itu menjadi nyata.









