Senin, 16 Maret 2020

Corona Merebak di Indonesia. Tak perlu Panik!

Senin, Maret 16, 2020 0 Comments
Sejak akhir tahun 2019 lalu, kita tahu wabah Corona ini ramai menjadi pemberitaan di media masa. Karena virus covid-19 ini diketahui penyebarannya sangat cepat sekali. Saat itu yang baru terkena adalah Cina, khususnya di Wuhan. Lalu kemudian menyebar ke berbagai Negara. Indonesia menjadi salah satunya saat ini.

Saat awal terjadinya Corona di Wuhan, ada diantara kita yang merasa sangat amat khawatir, bertanya-tanya "bagaimana nanti kalau virus itu masuk ke Indonesia?" Ada yang prihatin dengan keadaan masyarakat yang terkena dampak virus ini. Tapi tak sedikit pula yang berpikir dan berkata, "Rasakan deh tuh! Kena adzab dari Allah tuh. Akibat orang Cina bla..bla..bla.." Astaghfirullah. Padahal penduduk sanapun banyak dari saudara-saudara kita yang seiman dan sebangsa. Lagi pula, sejak kapan kita jadi asistennya Allah yang berhak menghakimi seperti itu?

Awal Maret bapak Presiden menginformasikan bahwa betul ada dua orang WNI positif terkena virus corona. Kabar tentang dua orang WNI positif Corona tersebut tersebar luas dengan cepat. Kita mulai panik. Apa yang ditakuti menjadi nyata. Sebagian orang sudah menduga dan mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Namun sebagian, panik bukan main! Lantas, masih adakah yang mau berperan sebagai asisten Allah? Menghakimi ini salah fulan, ini salah fulanah. Ini akibat kecerobahan fulan, ini akibat kejahatan fulana. Dan seterusnya!

Maret belum berakhir, namun data sudah menyebutkan bahwa warga negara Indonesia yang positif terkena virus ini 137, yang dinyatakan sembuh 8 orang, dan yang meninggal 5 orang. Ketakutan dan kepanikan kian menjadi! Penyebarannya begitu cepat. Walau hanya lewat sentuhan. Permasalahannya, kita tidak pernah tahu yang menyentuh atau yang disentuh kita apakah carrier virus tersebut?

Penyebaran virus yang begitu cepat ini membuat pemerintah dari taraf Nasional, provinsi, bahkan kota setempat mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan warganya selama 14 hari kedepan. Demi memutus mata rantai penyebaran virus ini.
Semua dari kita diminta meminimalisir keluar rumah kalau memang tidak terlalu penting, menghindari tempat-tempat yang ramai orang. Anak-anak yang sekolah, juga para mahasiswa diminta belajar dari rumah. Namun sedihnya, masih banyak diantara kita yang tidak paham dengan kebijakan diliburkan segala agenda pembelajaran.

Ah, ngapain harus takut bepergian. Mati mah urusan Allah. Tanpa terkena virus itu kita juga bakal mati!

Begitu kilah warga-warga yang agak sulit diajak kerja sama. Betul!! Urusan kapan kita mati itu ditangan Allah. Tapi kita sebagai manusia yang mampu berikhtiar untuk menjaga dan menahan diri, harus berikhtiar sedemikian rupa untuk membantu diri ini ataupun orang lain agar tidak terkena dampak dari virus ini. Kalau kita bisa menjaga kenapa harus mengorbankan diri sendiri dan juga orang terdekat? Bahkan Rasulullah pun pernah bersabda:
وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ  عنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:إذَا سمِعْتُمْ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإذَا وقَعَ بِأَرْضٍ، وَأَنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا متفقٌ عليهِ.


Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda : "Apabila kalian mendengar penyakit Tha'uun pada suatu daerah, maka jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didalamnya, maka jangan kalian keluar." (Muttafaq 'alaih)

Sudah sangat jelas sekali bukan pesan sang baginda Nabi? Maka berkaitan kebijakan libur yang diberikan sejatinya bukan untuk liburan. Senang-senang. Jalan-jalan. Pulang kampung. Kita diminta rehat sejenak di rumah. Kita diminta untuk saling bekerja sama meminimalisir penyebaran virus ini. Sebagai bentuk ikhtiar kita. Dan anggap saja ini waktunya untuk me time, or family time. Selalu ada sisi positif disetiap musibah yang datang.

Saat virus ini datang dan merebak ke belahan bumi Indonesia, kita pun tak sepatutnya panik dan takut berlebihan. Sangking takutnya, kita lebih takut mati karena dampak virus ini daripada takut mati karena belum punya bekal yang cukup untuk pulang. Jangan sampai kita lupa bahwa yang menggenggam nyawa kita adalah Allah. Dzat Maha Pencipta. Terkena atau tidak terkena virus ini, kita tetap akan mati. Entah kapan, dimana, dan bagaimana caranya. Namun ingat, walau demikian bukan berarti kita bisa ngeyel seenak hati dan kaki kita melangkah tanpa peduli untuk ikhtiar, menjaga dan melindungi diri agar terhindar dari virus ini.

Virus corona datang, merebak ke seluruh belahan bumi, termasuk Indonesia saat ini tentu semua sudah ada dalam ketetapan Allah. Tak ada segala sesuatu pun terjadi di bumi ini tanpa izin Allah. Lihatlah firman Allah;
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi, dan tidak pula pada diri kalian sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh al- Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," (QS Al-Hadîd [57]: 22).

Apapun yang terjadi sekarang dengan Indonesia kita, dengan bumi ini semua sudah Allah tuliskan bahkan jauh sebelum kita ada di dunia ini. 

Jangan panik kawan! Jangan takut! Yuk kita cari sisi positif dari datanganya virus corona ini ke negri kita. 

Mungkin datangnya virus ini sebagai tanda kasih sayang Allah buat kita yang sedang jauh dari-Nya untuk mendekat, yang sudah dekat untuk semakin merapat. Mungkin Allah rindu rintihan betapa lemah tak berdayanya kita hanya dengan hadirnya si makhluk kecil ini. Mungkin Allah ingin menyadarkan kita betapa waktu kita selama ini habis terlalu banyak untuk hal duniawi. Hingga melupakan kita dari berdzikir. Allah inin kita lebih banyak berdzikir, meminta perlindungannya. Mungkin, Allah terlalu sayang kepada kita para orangtua yang telah memberikan tanggungjawab pendidikan anak-anak kita kepada sekolah. Allah ingin saat ini kita terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak kita. Walau hanya beberapa hari kedepan. Mungkin, Allah ingin membuat kita rehat sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan, atau beban tugas demi tugas kuliah. Allah ingin kita menikmati waktu bersama anak-anak ataupun orangtua kita.

Banyak sekali kemungkinan hal positif di balik merebaknya virus corona dan diliburkannya segala kegiatan di luar rumah selama dua pekan ini. Kemungkinan hal-hal positif yang kita dapatkan semua tergantung bagaimana kita berpikir dan menemukan hikmah dari semua yang terjadi ini.

Jangan panik kawan! Kita tak perlu merana karena si corona datang ke Indonesia, tapi kita pun tak boleh jumawa walau tak kena si virus corona.

Kuatkan iman. Kuatkan imun. Virus corona ini pasti berlalu dan berakhir atas izin Allah. Bersabarlah.

Minggu, 15 Maret 2020

Hingga Akhir Waktu (part 2)

Minggu, Maret 15, 2020 2 Comments

“Kakak jawab dulu pertanyaan Rei, ada apa Kak Radit ke sini?”

“Cuma mau memastikan enggak ada sesuatu yang buruk terjadi sama kamu.” Jawab Radit yang tanpa ia sadari, sedari tadi tangannya terus menggenggam tangan Reina. Seperti seseorang yang takut kehilangan.

“Selain itu?” pancing Reina.

"Enggak ada, cuma itu." jawab Radit yang langsung melepaskan genggaman tangannya.

"Bohong. Ada apa, Ka sebenarnya?" desak Reina. 

Radit pun langsung terlihat salah tingkah.

“Hm... I wanna Say, I love you, Rei.” Jawab Radit sedikit taku sambil menatap mata Reina. Reina langsung  mengalihkan pandangnnya. Ia tidak ingin melihat dan meyakini dirinya lagi bahwa Radit benar-benar serius. Tatapannya sudah meyakinkan dirinya bahwa Radit sungguh serius mengatakan itu.

“Jangan bercanda, Kak!” kata Reina yang masih saja mengalihkan pandangannya. Raditpun segera memegang wajah Reina dengan kedua telapak tangannya, dan menatap mata Reina dalam–dalam.

“Look at me! Apa Kakak terlihat sedang berbohong?” tanya Radit.

Sabtu, 14 Maret 2020

Rindu Tak Berujung (Part 3)

Sabtu, Maret 14, 2020 0 Comments
Kejadian itu kembali menari di kepalaku. Padahal ini sudah tahun ke tiga aku tak pernah lagi bertemu tatap wajah dengannya. Ada desiran rindu yang begitu menggebu dalam hati. Tapi aku bisa apa? Hadirku hanya akan merusak kebahagiannya. Dia sudah terlihat sangat bahagia. Setidaknya itu yang tertangkap olehku saat aku menatapnya dari kejauhan, atau sekedar memantau akun media sosialnya. 

Dia sepertinya sudah menemukan lelaki lain yang membuatnya jauh lebih bahagia. Saat dulu pergi, ia tak akan pernah tahu bahwa langkah kepergiannya membawa hati yang telah ku serahkan begitu utuh hanya untuknya. Aku ingin ia kembali bersama hati yang telah aku berikan. Aku ingin melangkah jauh serius dengannya. Walau aku pikir itu tidak mungkin.

Rindu Tak Berujung (part 2)

Sabtu, Maret 14, 2020 0 Comments
Enam bulan berlalu, dia masih begitu dingin. Benar-benar seperti tak kenal. Saat libur sekolah, sebisa mungkin aku menghubunginya. Namun selalu gagal. Aku meminta kepada teman-teman terdekatnya untuk coba mempertemukan kami, namun tak juga berhasil. Aku hampir frustasi dengan keadaan ini. Hingga akhirnya aku melihat pengumuman pembagian kelas dan dia, satu kelas lagi denganku di kelas tiga nanti. Terimakasih Tuhan!

Hari yang paling aku nantikan akhirnya tiba. Aku sengaja datang lebih awal ke sekolah. Aku tahu, tak lama lagi dia akan datang. Tepat dugaanku. Ia datang. Hati ku mendadak cerah saat melihat ia melangkah mendekat ke arah kelas kami. Tapi ternyata dugaanku salah! Ia bukan ke kelas kami. Melainkan ke kelasnya. Entah bagaimana bisa ia masuk ke kelas itu.

"Napa lu, Za? Bingung liat dia masuk ke kelas itu?" Tanya Dika yang entah sejak kapan ada di belakangku.

"Iya. Kelas dia di sini, kan? Bareng kita?"

Jumat, 13 Maret 2020

Rindu Tak Berujung (part 1)

Jumat, Maret 13, 2020 0 Comments
"Kamu jauh berubah dari yang aku kenal." Kalimat itu menjadi kalimat pembuka obrolan kami saat itu di kantin sekolah.
"Maksud kamu? Aku masih begini-gini aja. Masih aku yang dulu. Kamu kenapa sih?" Tanyaku sambil menatapnya.
Namun dia memilih menghindari tatapanku.

"Kamu yang kenapa? Kenapa kamu menjauh beberapa minggu ini?" Dia balik menyerangku dengan pertanyaan. 

Matanya berbalik menatap tajam ke dalam mataku. Ada kilat amarah tersimpan di sana. Walau matanya kini berbalut air mata, tapi aku masih dapat menangkap kilat amarah itu.

Rabu, 04 Maret 2020

Aku Anak Rantau

Rabu, Maret 04, 2020 0 Comments
Aku.. Si anak Rantau

Yang merindu pada kampung halaman
Tanah kelahiranku
 Merindu langit yang membiru
Merindu bisikkan angin yang menderu
Merindu alunan lagu yang syahdu
 Yang mengalir dari mulut ibu

Aku.. Si anak Rantau
Yang Menyulam rindu setiap waktu
Rindu pada pelukkan bapak dan ibu
Rindu pada nasehat yang tertuju padaku

Aku.. Si anak Rantau
Yang menghitung waktu tak menentu..
Berjuang melawan egoku
Untuk terus menuntut ilmu.. Demi masa depanku.. Demi kebahagian bapak dan ibu..

Aku si anak Rantau.. Yang selalu menata hati yang merindu.. Merindu pada bapak dan ibu.. Yang jauh berbeda pulau.. .
Aku si Anak Rantau.. Yang menjaga kerinduan dalam kalbu.. Diiringi berbait doa yang terkumpul menjadi satu
Tertuju padamu.. Bapak dan ibu.. .
_aku.. Si anak Rantau.. Yang selalu merindu dan mencintai mu.. _ .


_04 Oktober 2016, Bogor_
.
📝by : @wildah_rahmi

Sabtu, 04 Januari 2020

Kelak Ku Menua

Sabtu, Januari 04, 2020 0 Comments
Entah ... dimana akan ku habiskan sisa waktu yang ada
Menikmati setiap detik dan detak kehidupan
Melihat rekam jejak setiap kisah kenangan
Menertawakan kebodohan yang pernah tergaris
Menangisi setiap titik dosa yang pernah tergores
Mensyukuri setiap cinta yang selalu tercipta

Entah ... kelak kumenua, di manakah aku berpijak
Berteman siapa?
Aku tak tahu ...
Bersamamu, kah?
Menikmati setiap detik yang berlalu
Dihantui aroma kematian yang bertalu
Aku ataukah kamu lebih dulu?

Kelak ku menua
Adakah kamu untukku?
Adakah aku untukmu?
Semua selalu menjadi rahasia-Nya
Namun yang aku tahu hanyalah
Aku selalu punya cinta untukmu
Cinta yang akan selalu hidup
Hingga aku tertidur berselimut tanah



_Untukmu, yang selalu ada disampingku_


-Pangandaran, Januari 2020-

Minggu, 24 Maret 2019

Berakhir Pekan di Woody Super Ice Cream

Minggu, Maret 24, 2019 0 Comments
Berakhir Pekan di Woody Super Ice Cream- Akhir pekan tentu menjadi hari yang sangat ditunggu bagi setiap orang, dan setiap keluarga. Setelah lima atau enam hari bekerja, tentu ada keinginan untuk rehat sejenak dari segala hiruk pikuk pekerjaan.

Apalagi, bagi yang sudah berkeluarga. Tentunya akan merindukan waktu dan moment bermain bersama anak-anak. Bukan hanya bapak ibunya saja yang rindu, anak pun pasti jauh merindukan kebersamaan bersama kedua orangtuanya. Olehkarena itu, akhir pekan selalu menjadi hari yang ditunggu-tunggu.

Seperti anak-anakku ini. Lima hari kemarin selalu ditinggal abahnya pergi pagi pulang sore bahkan hampir malam, mereka pun akhirnya rindu main bersama abahnya. Walhasil, abahnya menjanjikan untuk memanfaatkan akhir pekan ini dengan pergi ke taman bermain sambil makan es krim. Wah, jangan ditanya bahagianya mereka, terutama si sulung menanti hari minggu ini.

Taman bermain yang kita tuju minggu ini adalah "Woody Super Ice cream" yang berada di Jalan Raya Bogor, Sukamaju, Cilodong, kota Depok. Singkatnya sih, tempat ini dekat dengan simpang Depok. Konon katanya, taman bermain ini sudah ada hits di era 80-an.

Wah, kebayangkan sudah berumur berapa taman ini? Jelas lebih tua dia daripada ambu. Hahaha.

Dulu sih tempat ini buka setiap hari, tapi sekarang buka untuk hari libur, terutama hari libur anak sekolah dan akhir pekan saja. Taman Woody ini beroprasional dari jam 08.30-17.00. Waktu yang cukup lumayan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan yang terpenting lagi, masuk taman ini GRATIS!! Yap! Tak ada biaya tiket masuk untuk kita menikmati tempat ini. Kita bebas keluar masuk kapan aja.

Taman Woody ini pun menjual es krim yang menjadi daya tarik bagi setiap anak yang bermain ke sini. Ada beberapa varian es krim yang dijual. Menurut ku es krim yang enak itu sandwich ice cream. Dan es krim serupa lainnya yang disajikan dengan roti. Untuk harga es krimnya pun masih ramah kantong. Hanya berkisar 6.000-18.000 rupiah saja. Murah, kan?

Di taman Woody ini sudah disediakan banyak tempat duduk untuk orangtua yang menunggu anaknya asik bermain. Walaupun begitu, masih ada keluarga kecil yang membawa karpet lipat untuk duduk bersantai ditengah-tengah taman sambil menunggu anak-anaknya bermain.
Mengajak anak-anak menghabiskan waktu ke taman ini banyak manfaatnya deh! Anak-anak akan belajar bersosialisasi kepada orang-orang sekitar. Belajar berani dan percaya diri saat bertemu orang lain.  Belajar sabar mengantri untuk menggunakan mainan yang diinginkan. Belajar untuk bergantian menggunakan permainan yang ada. Dan tentunya akan mengasah kemampuan motorik sang anak.

Sepengamatan aku selama beberapa kali ke taman Woody, tidak ada petugas khusus untuk bebersih taman dari sampah-sampah yang berserakan. Olehkarena itu, setiap pengunjung sangat diharapkan mampu menjaga kebersihan taman dengan langsung membuang sampah setelah makan atau minum pada tempat yang sudah disediakan. Karena di taman ini telah disediakan banyak tempat sampah.

Taman Woody ini bagiku tempat yang pas untuk memanfaatkan akhir pekan bersama keluarga kecil. Memanfaatkan waktu bersama anak-anak dengan pengeluaran yang masih bersahabat dengan kantong.
Inilah sepenggal kisah akhir pekan ambu.

Kalau kamu?

Jumat, 15 Maret 2019

Inilah 7 Keutamaan Sedekah Untuk Diri Kita

Jumat, Maret 15, 2019 14 Comments


Inilah 7 Keutamaan Sedekah Untuk Diri Kita- Akhir-akhir ini semarak sekali tentang kegiatan "Jum'at Berbagi" dalam bentuk makanan, cemilan, atau sekadar segelas minuman. Orang-orang seperti berlomba untuk berbagi kepada sesamanya.


Bukan saja soal makanan, atau materi. Di antara mereka ada yang turut ikut sumbangsih dengan tenaga. Misalnya dengan membantu memasak, atau packing makanan untuk dibagikan. Dikarenakan minimnya kondisi materi yang mereka miliki.

Sebuah kesalahan besar jika kita berpikir untuk berbagi, untuk bersedekah hanyalah dengan uang yang kita miliki. Karena kita bisa berbagi dalam bentuk apapun. Bahkan dalam riwayat pun dikatakan bahwa senyuman kita kepada saudara kita pun adalah sedekah.

Sedekah pun tak boleh pandang bulu, tertuju hanya kepada orang tertentu saja. Karena hal yang lebih baik adalah ketika kita mampu berbagi kepada siapapun. Termasuk kepada orang yang kita benci sekalipun. 

Dengan ikhlasnya berderma kepada siapa saja, kita akan mendapatkan banyak keutamaan untuk hidup ini. Diantaranya adalah;

  1. Menguatkan Iman
Bersedekah merupakan salah satu perintah bagi umat muslim. Dengan bersedekah disertai niat demi ibadah kepada Allah, maka akan menguatkan keimanan kita kepada Allah. Karena ibadah yang kita lakukan adalah sarana pengabdian kita kepada Allah.

  1. Menghapus Dosa
Kita tentu sering mendengar kalimat "manusia  adalah tempatnya salah dan penuh dosa." Yup! Betul sekali. Tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Hampir setiap hari selalu ada kesalahan yang terjadi baik disengaja maupun tidak. Dilakukan secara sadar ataupun tidak. 

Olehkarena itu, sedekah menjadi salah satu cara yang disediakan oleh Allah paling mudah untuk menghapus dosa-dosa kita. 

Sebagaimana yang telah Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam sabdakan : 

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi).

  1. Menyembuhkan penyakit
Mungkin di antara kita ada yang merasa aneh dan bingung. Apa kaitannya bersedekah dengan kesembuhan dari penyakit?

Mari kita lihat jawabannya dengan menyimak sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah." 

Hadist tersebut jelas maknanya. Dan sudah tentu, sebagai umat muslim tuntunan kita adalah apa yang termaktub dalam Quran dan sunah. 

Ada sebuah kisah yang membuktikan ini. Dalam Shaih at-Targhib, Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah berobat ke para dokter, meminum berbahai macam obat. Namun hasilnya nihil.

Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya : Pergi dan halilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu." Laki-laki itu pun pergi dan menggali sumur. Lalu ia pun sembuh. 

Cobalah bersedekah dengan berniat minta disembuhkan dari penyakit oleh Allah. Karena hanya Allah semata yang Maha Pemberi Kesembuhan.

  1. Menambah Rezeki.
Keutamaan berikutnya dari bersedekah adalah menambah rezeki. Dengan kita banyak berbagi sesungguhnya kita telah melipat gandakan rezeki kita.

Mungkin hasil lipat ganda dari rezeki itu tak berupa barang atau materi yang sama seperti yang telah kita keluarkan, tetapi sudah pasti apa yang kita keluarkan untuk kebaikan maka Allah akan menggantikannya dengan berlipat-lipat nilainya.

Tak perlu takut akan menjadi miskin ketika kita banyak membagi kepada oranglain. Rasulullah pun bersabda : "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah."

Seperti pengalaman yang pernah saya saksikan sendiri.

Ada seorang anak yatim yang bersekolah di pondok pesantren yatim dhuafa. Suatu ketika sekolahannya mengadakan galang dana peduli palestina. Si fulanah ini ikut turut menyumbangkan uang terakhirnya. Sebut saja misal nominalnya 50.000. 

Lalu salah satu gurunya bertanya, "Kenapa kamu menyumbangkan semua uang jajan kamu? Nanti kamu jajan pake apa?" 

Si anak menjawab "Oh, gakpapa, Pak. Masalah jajan mah tenang aja. Gak bisa jajan bisa puasa."

Tiga hari kemudian, tiba-tiba saja ada undangan santunan untuk anak yatim dan dhuafa. Si fulanah ini termasuk yang hadir di dalam undangan tersebut. Sepulangnya dari acara tersebut, dia membawa amplop yang isinya sebesar 500.000

Maa Sya Allah. Apa yang si anak tersebut keluarkan, Allah gantikan berkali kali lipat. 
Percayalah! Semakin berbagi semakin bertambah rejekimu.

Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu Hurairah r.a., Nabi SAW pernah bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq.” Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim)

  1. Dilipatgandakan Pahala
Setiap kebaikan sekecil apapun, tentu akan mendapatkan ganjaran berupa pahala, yang kelak akan menjadi tiket masuk kita menuju syurga-Nya. 
Allah Maha Melihat. Setiap apapun yang dilakukan oleh kita, pasti Allah akan melihat kita. Sedekah sedikit apapun itu pasti Allah melihatnya. Disitulah Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang bersedekah.
Allah berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261)
  1. Memperpanjang usia dan meringankan sakaratul maut
Usia dan sakitnya sakaratul maut akan selalu menjadi rahasia dan misteri. Hingga nanti kita sendiri yang menghadapinya. Namun, panjangnya usia bisa kita tambahkan dan sakitnya sakaratul maut bisa kita ringankan yaitu dengan sedekah.
Seperti sabda Rasulullah Shalallahu alaihi Wasallam , “Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)
  1. Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)
Dari Uqbah bin Amir ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Setiap individu berada dalam naungan sedekahnya sampai dia diadili di antara manusia.”
Nabi pernah menyebutkan bahwa tujuh hal yang akan menjadi payung yang menaungi pada hari kiamat antara lain seseorang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanannya. (HR. Bukhari Muslim)
“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya

Itulah 7 keutamaan dari sedekah yang kelak akan kita dapati. Tak perlu takut miskin. Tak perlu takut tak bisa berbagi. Karena berbagi tak mesti dengan materi, tak mesti dengan uang.
Bersedekah, bisa kita lakukan dengan cara apapun, dan dalam bentuk apapun. Sekalipun hanya dengan senyuman dan membantu orang lain dengan tenaga.
Yuk bersedekah! 

Rabu, 13 Maret 2019

Bersyukur Di Saat Tersungkur, Mampukah?

Rabu, Maret 13, 2019 11 Comments

Seringkali kita hanya melihat satu waktu saat kita sakit dan melupakan 99 kali saat kita sehat. Kapan saja kita kehilangan rasa syukur, maka kita akan kehilangan sifat iman kita
-Sheikh Kamaluddin Ahmed-

Bersyukur di Saat Tersungkur, Mampukah? Jika bersyukur pada sebuah keadaan yang dirasa membahagiakan, saat diberikan kenikmatan, terwujudnya apa yang diimpikan, mungkin bukanlah perkara yang sulit. Setiap orang tentu dengan mudah akan melantunkan kalimat syukur kepada-Nya.

Namun, ketika sebuah keadaan datang tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika harapan tak menjadi kenyataan. Ketika apa yang diimpikan tak kunjung menjadi nyata. Dan ketika kita dihadapkan dengan situasi yang begitu menyesakkan dada, begitu pelik. Masih mampukah kita berterimakasih kepada Allah? Masih mampukah kita menemukan kenikmatan dan kasih sayang-Nya di antara serpihan rasa sakit yang begitu menyiksa? Tentu tak semua orang mampu untuk itu.

Sungguh tidak ada alasan untuk kita tak bersyukur. Sepahit apapun kehidupan yang sedang kita jalani, tentu ada satu hal yang begitu manis dan indah yang dapat kita syukuri.

 Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyah pernah berkata bahwa iman terdiri dari dua bagian : setengahnya adalah kesabaran (Sabr) dan setengahnya lagi adalah bersyukur (Shukr). Maka sudah selayaknya kita harus bersyukur di kondisi apapun. Bahkan di kondisi yang menurut kita itu sangatlah menghimpit.

Namun hal yang seringkali terjadi dan menjadi sebuah kesalahan adalah, ketika kita berkata, “Aku bersyukur dengan keadaan ini.” Tetapi di belakang kalimat itu disertakan sebuah ungkapan keluhan. Padahal sesungguhnya bersyukur itu tak mengenal kata mengeluh. Tak mengenal kata tapi.

Cobalah latih hati ini untuk bersyukur di kondisi sesusah apapun. Walau pada kenyataannya hal ini tak semudah yang diucapkan, dan tak semua orang mampu untuk melakukannya.

Bagaimana bisa bersyukur di tengah rasa pahit yang sedang menghujam?

Bisa! Jika kita mau menyadari bahwa nikmat Allah begitu banyak telah diberikan kepada kita. Mencoba menyadari bahwa ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dibandingkan kita. Dan mencoba membuka setiap penghalang dari rasa bersyukur itu. 

Lihatlah apa yang difirmankan Allah dalam al-Quran 
surah Al-Mulk ayat 23: "Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." 
Al-Quran seringkali menyebutkan tiga hal yang sering tertutup dan membuat manusia terhalang dari rasa bersyukur. Yaitu penglihatan, pendengaran, dan hati nurani. Ini berarti menandakan bahwa tiga hal tersebut memiliki posisi penting untuk membantu kita bersyukur di kala tersungkur.

Cobalah lakukan ketiga hal berikut ini untuk membantu kita mengucap terimakasih kepada-Nya walau keadaan tak seindah yang diharapkan.

Pertama, Membuka Mata

Membuka mata, menjadi tips pertama untuk mempertahankan rasa syukur di kondisi sesulit apapun. Bukalah matamu! Lihatlah sekelilingmu! Sadari betapa banyak nikmat Allah yang tercurahkan untuk kita, dan lihatlah bahwa ternyata masih banyak di luar sana orang-orang yang lebih menderita dari kita. 

Misalnya, jika saat ini kita merasa hidup begitu sulit dari segi ekonomi. Tempat tinggal terasa cuma sepetak karena berada di sebuah kontrakan. Mau masak makanan bingung karena harus cari bahan makanan termurah untuk bisa dimasak. 

Maka, bukalah matamu dan lihat betapa di luar sana masih ada orang yang tak punya penghasilan yang pasti. Masih ada orang yang tempat tinggalnya beratapkan jembatan berdinding selembar papan. Lihatlah! Ternyata di luar sana masih ada orang yang terpaksa berpuasa karena tak memiliki bahan makanan untuk dimasak dan dimakan. 

Bukalah matamu dan bersyukurlah lebih banyak. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah bersabda: "Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu."

Kedua, Membuka Telinga

Setelah membuka mata, kita juga mesti membuka telinga untuk bisa selalu bersyukur. Membuka telinga artinya mendengarkan secara jernih berbagai masukan, nasihat, dan informasi dari siapapun.

Sebagai contoh, ketika kita menghadapi suatu masalah dan ujian hidup dengan berat hati, lalu orangtua, sahabat, atau mungkin pasangan kita memberikan masukan, memberikan solusi dari masalah kita. Maka seharusnya tak ada alasan untuk kita mengingkari nikmat-Nya.


Ketiga, Membuka Hati

Tips terakhir agar selalu bersyukur di kala sesulit apapun adalah membuka hati nurani. Artinya berjiwa besar terhadap apa yang terjadi dan selalu berpikir positif. Apapun yang terjadi pada diri kita, baik maupun buruk adalah nikmat pemberian Allah untuk menguji kita apakah tambah bersyukur atau mengingkari nikmat tersebut.

Berjiwa besar artinya memahami bahwa jika mendapatkan suatu keadaan yang pahit menurut hati kita, hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Karena ternyata keadaan pahit itu bisa jadi menyadarkan kita bahwa selama ini kita terlalu banyak mengabaikan hal-hal manis yang telah Allah berikan.

Ibaratnya saja, saat kita kehilangan kedua orangtua, atau orang-orang terkasih.  Kita baru menyadari betapa mereka sangatlah penting dan berharga dalam hidup kita. Sedangkan saat mereka masih ada, kita seringkali dibuai oleh kesibukan kita hingga jarang menghadirkan quality time bersama mereka yang pada akhirnya hal ini menjadi penyesalan tiada akhir.

Kesadaran hati dan pikiran kita akan betapa pentingnya kehadiran mereka itulah yang patut kita syukuri. Karena kita akan belajar untuk lebih mengharga setiap waktu kebersamaan.

Yuk! Buka mata, telinga, dan hati kita agar bisa selalu bersyukur di kondisi sepelik apapun. Tak perlu merasa paling menderita. Jika ternyata masih banyak hal yang bisa kita syukuri sekalipun berada di tengah rasa sakit.


~~~~^^^~~~~