Pulang dari sekolah dengan sisa tenaga yang ada, aku tidak pulang ke rumah. Tidak berganti pakaian. Bahkan tidak sempat beristirahat.
Aku langsung mendarat di TPQ.
Hari itu, rasanya tubuhku benar-benar lelah. Suaraku bahkan sudah tidak lagi seperti biasanya. Serak dan berat. Tapi sore tetap berjalan, dan anak-anak sudah menunggu untuk belajar.
Dengan sisa energi yang ada, aku melangkah, memasuki kelas dengan tetap menyisipkan senyum menyapa para malaikat kecilku. Dan mereka berhambur menyambutku, berebut mencium tanganku. Bahkan ada yang meminta untuk ku peluk.
Rasanya lelahku menguap perlahan. Dan saat aku duduk di kursiku, sebelum kelas dimulai, seorang gadis kecil menghampiriku. Syaqila namanya.
Di tangannya ada sebuah gantungan kunci dan bunga tulip kecil yang terbuat dari kain flanel.
“Ini buat Ambu.”
Sesederhana itu, namun bisa membuat senyumku semakin mengembang.
Tidak ada pesta. Tidak ada sesuatu yang mewah. Hanya dua benda kecil yang mungkin, bagi sebagian orang tidak berarti apa-apa.
Tapi lagi-lagi, hatiku dibuat terasa hangat oleh perlakuan sederhana seorang anak kecil yang masih begitu polos dan tulus dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Ucapan dan perlakuan sederhananya membuatku merasa ada sesuatu yang pelan-pelan meringankan hati. Ada sesuatu yang membuat lelahku terasa perlahan berkurang.
Mungkin karena ketika kita menjalani sesuatu dengan niat melakukan kebaikan, Allah sering kali mengirimkan cara-cara kecil untuk menguatkan kita.
Lewat senyuman.
Lewat pelukan.
Lewat benda-benda kecil yang terlihat sederhana namun membawa beribu makna dan kenangan.
Pada akhirnya aku semakin menyadari, barangkali menjadi guru memang tidak selalu tentang seberapa banyak ilmu yang berhasil kita berikan. Bukan tentang seberapa mahal hadiah yang didapatkan.
Karena terkadang, menjadi guru adalah tentang pulang membawa sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh apa pun.
Sebuah perhatian kecil.
Sebuah kasih sayang.
Dan sebuah perasaan bahwa…
ternyata, lelah kita tidak pernah benar-benar sia-sia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar